“ HABEMUS PATER ”
TAHBISAN IMAM KEUSKUPAN PURWOKERTO 2018
   



Pada hari Selasa, 31 Juli 2018, telah dilaksanakan Tahbisan Imam Diosesan Keuskupan Purwokerto. Tahbisan kali ini mengambil tempat di Paroki Santo Petrus Pekalongan. Tiga Imam baru yang ditahbiskan imam adalah :
         Rm. Florianus Bram Mahendra Siagian, Pr dari Paroki Santo Antonius Banjarnegara, Keuskupan Purwokerto.
         Rm. Ia Indra Pamungkas, Pr dari Paroki Santo Yusup Batang, Keuskupan Purwokerto.
         Rm. Yusuf Widiarko, Pr dari Paroki Santa Maria Fatima Sragen, Keuskupan Agung Semarang.
Tahbisan ini menjadi momen yang istimewa bagi Keuskupan Purwokerto karena dari tiga imam yang ditahbiskan, dua diantaranya merupakan putra asli dari Keuskupan Purwokerto. Tahbisan Imam kali ini mengambil tema “ Dadi Panggon Sing Tatag Tanggon”.


Perayaan tahbisan kali ini merupakan perayaan yang istimewa karena dipimpin secara konselebrasi uskup dan imam. Yang menjadi konselebran dalam tahbisan ini ialah :
         Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang (pentahbis utama). Ketiga neomis juga pernah mengalami pembinaan bersama Mgr. Rubi, baik di dalam studi maupun dalam formatio di Seminari Tinggi Kentungan.  Mereka mengalami pembinaan studi oleh Mgr. Rubi di kelas Hukum Gereja, Hukum Perkawinan, Sakramen Ekaristi, Sakramentologi, Yurisdiksi, dan Ujian Ad Audiendas.
         Mgr. Blasius Pujaraharja (Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang).
         Mgr. Christophorus Tri Harsono (Uskup terpilih Keuskupan Purwokerto).
         RD. Tarcisius Puryatno, Administrator Diosesan Keuskupan Purwokerto.
         RD. Robertus Yeppy Emanuelle, Rektor Seminari TOR Santo Agustinus Keuskupan Purwokerto sekaligus perwakilan Rektor Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan.
         RD. Agustinus Handi Setyanto, Ketua UNIO Keuskupan Purwokerto yang juga adalah Dalang Wayang Wahyu. Lulusan Ilmu Budaya UGM dan saat ini bertugas sebagai Pastor Kepala Paroki di Paroki Santo Mikael Gombong.
         RD. Martinus Ngarlan, Pastor Kepala Paroki Santo Petrus Pekalongan, tuan rumah tahbisan.
Perayaan tahbisan menjadi semakin semarak dan meriah karena dihadiri oleh uskup terpilih Keuskupan Purwokerto yang nantinya akan menjadi pemimpin para neomis yang ditahbiskan. Selain dihadiri oleh uskup terpilih dan para imam yang berkarya di Keuskupan Purwokerto, tahbisan ini juga dihadiri para imam dari luar Keuskupan Purwokerto yang sebagian besar adalah rekan-rekan dari para neomis. Para imam yang berasal dari luar Keuskupan Purwokerto diantaranya berasal dari Diosesan Keuskupan Agung Semarang, SJ, dan MSF.


Berikut ini adalah kumpulan refleksi para neomis atas rahmat Sakramen Imamat yang diterima :

RD. Florianus Bram Mahendra Siagian
“Abdi, Jantung, dan Pembagi Rahasia Penebusan...
Satu titik dalam hidupku yang sangat aku syukuri: merasakan karunia Allah yang begitu melimpah dalam diriku yang rasanya penuh dengan kerapuhan. Karunia itu tidak menjadikanku manusia hebat, namun sebaliknya memasukkanku dalam sebuah tanggung jawab yang besar.
Penumpangan tangan dari Mgr Ruby (bahkan 3 uskup lain: Mgr Sunarko, Mgr Christophorus Tri dan Mgr Blasius) membuatku memiliki martabat imamat khusus. Pengenaan stola oleh Rm Yeppy menegaskan identitasku yang baru sebagai imam. Pengenaan kasula oleh bapak ibu menyimbolkan bahwa kemuliaan Tuhan harus kuutamakan dengan identitas imamat ini. Kini banyak orang memanggilku "ROMO" yang masih terasa kagol di telinga. Romo, bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menegaskan identitas keprojoanku sebagai abdi, jantung dan pembagi rahasia Penebusan Tuhan.
Saya, Rm Ia dan Rm Ucup kini masuk dalam cara hidup yang lebih baru lagi. Doakan kami untuk tetap rendah hati karena segala kelemahan kami. Kami hanyalah bejana tanah liat yang hanya bisa sempurna karena tenunan tukang periuk, Allah sendiri. Doakan kami untuk selalu menjaga api persaudaraan antar imam supaya kami para imam sungguh menjadi jantung yang menghidupkan Gereja Keuskupan. Doakan kami supaya kami bisa membagikan rahasia penebusan kepada sebanyak mungkin orang. Maka, milikilah kami, tapi janganlah kami dibawa pulang ke rumah. Jangan jadi kan kami hak milik satu orang/kelompok saja, tapi dorong dan ingatkan lah kami untuk datang kepada semua orang yang membutuhkan kehadiran kami.
Terimakasih kepada semua saja untuk doa dan dukungannya. Masih mohon restu untuk tanggung jawab dan perutusan kami yang baru. Mohon maaf karena kami tidak bisa memberikan ucapan terima kasih satu per satu. Kami hanya bisa mendoakan Anda semua agar Tuhan mencukupkan segala kebutuhan Anda.
Akhirnya Tuhan, kami siap untuk masuk dalam misteri-Mu yang lebih dalam sebagai Abdi, Jantung dan Pembagi Rahasia Penebusan.
Pekalongan, 31 Juli 2018
Ad Maiorem Dei Gloriam - Illum Oportet Crescere me Autem Minui "

RD. Ia Indra Pamungkas
“Ini bukan melulu tentang saya, atau tentang kami bertiga... apalagi kita. Ini adalah tentang Tuhan. Bahwa Tuhan masih mempercayakan sejarah penggembalaan kepada orang-orangNya. Bahwa Tuhan yang mengijinkan terjadinya pelimpahan rahmat tahbisan. Bahwa Tuhan yang membuat prosesi agung berjalan lancar dan khidmat. Bahwa Tuhan yang akhirnya selalu menanti kelanjutan janji kesetiaan yang kala itu kami daraskan. Semua ini adalah cerita tentang cinta kasih Tuhan yang dahsyat, sebab cinta kasihNya tak pernah mengenal kadaluwarsa. Yang akrab dengan kata-kata tentu paham bagaimana cara Tuhan memberi berkat dalam hidup yang hingar dan gempita”

RD. Yusuf Widiarko
“Tidak akan pernah mudah untuk menanggung risiko kemuridan, untuk membangun komitmen dan selalu siap menerima konsekuensi apa pun wujudnya.
Akan ada kematian hari demi hari, penyangkalan diri setiap hari. Kita akan merasa kering, ditinggalkan, kalah. Tetapi jika bertahan, kita akan berubah, ditransformasikan.
Dengan menanggung risiko kemuridan, kita mengikuti jalan-Nya. Kita mengikatkan diri pada-Nya lebih dekat, dan akan terjadi seperti kata-kata Paulus, “Aku telah disalibkan bersama Kristus, oleh karena itu bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalamku” (Gal 2:20).”
-Roderick Strange, The Risk of Discipleship, 92-
Saya dan teman teman-teman imam baru mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan ucapan selamat untuk tahbisan kami Selasa, 31 Juli 2018 kemarin. Kami masih sangat membutuhkan doa dan dukungan untuk hidup imamat dan pelayanan kami selanjutnya sepanjang hayat. Saya pribadi mohon maaf tidak bisa membalas ucapan terima kasih satu per satu. Semoga berkat Tuhan melimpah bagi kita semua.
Terima kasih, mohon doa, dan Berkah Dalem.
Ucup-Bram-Ia"

Pada akhir dari tahbisan ini, Romo Puryatno, selaku Administrator Diosesan Keuskupan Purwokerto mengutus ketiga neomis untuk memulai perjalanan karya mereka;
         RD. Florentinus Bram Mahendra Siagian bertugas menjadi Pastor Rekan Paroki Santo Mikael Gombong.
         RD. Ia Indra Pamungkas bertugas menjadi Socius dan Formator Seminari Tahun Orientasi Rohani Santo Agustinus (TORSA) Tegal.
         RD. Yusuf Widiarko bertugas menjadi Pastor Rekan Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto.


  
Johanes Maximillien Adhi

Teks oleh penulis
Foto dari Akun Facebook RD. Yusuf Widiarko
Refleksi para Neomis diambil dari caption di akun Facebook dan Instagram neomis terkait.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SIKAP YANG BAIK KETIKA AKAN MENGIKUTI EKARISTI???